Untuk memulai usaha di Indonesia sangatlah susah, apalagi jika kita ingin membuat usaha di Jakarta. Biaya hidup yang mahal dan susahnya mencari lahan untuk usaha adalah hal yang kita hadapi di Jakarta. Belum lagi pungutan – pungutan liar yang selalu ada setiap kali kita mengurus sesuatu. Umumnya, untuk memulai bisnis / usaha sendiri, kita mempunyai berbagai pilihan seperti, mencoba memulai sebuah usaha& mengembangkannya, ikut dalam MLM, membeli franchise atau waralaba hingga membeli sebuah unit usaha yang sudah maju.
Ada baiknya sebelum memulai usaha, kita terlebih dahulu membuat perkiraan biaya, baik yang terduga maupun yang tidak terduga, setelah semua perencanaan terkumpul, barulah kita memikirkan alternative permodalan. Dalam kita berbisnis, nantinya pasti kita akan mengeluarkan modal yang kemungkinan tidak sedikit. Jenis – jenis modal yang kemungkinan kita keluarkan adalah :
MODAL INVESTASI AWAL:
Ini adalah jenis modal yang harus kita keluarkan di awal, dan biasanya dipakai untuk jangka panjang.
Contoh: Kalau usaha kita toko, maka modal investasi awal kita adalah rak, meja, bahkan mungkin juga mesin kasir.
Biasanya, modal ini nilainya cukup besar karena dipakai untuk jangka panjang. Tetapi nilai dari Modal Investasi Awal ini akan menyusut dari tahun ke tahun bahkan bisa dari bulan ke bulan.
MODAL KERJA:
Ini adalah modal yang harus kita keluarkan untuk membeli atau membuat barang dagangan kita. Modal kerja ini bisa dikeluarkan setiap bulan, atau tiap datang order.
Sebagai contoh, kalau usaha kita usaha tempat makan, maka modal kerja yang kita butuhkan adalah modal untuk membeli bahan makanan. Kalau usaha kita adalah jasa fotokopi, ya modal kerja kita uang yang kita keluarkan untuk membeli kertas, tinta, dan lain sebagainya.
Prinsipnya, tanpa modal kerja, kita tidak akan bisa menyelesaikan order kita atau tidak memiliki barang dagangan.
MODAL OPERASIONAL:
Modal yang terakhir adalah modal operasional. Modal operasional adalah modal yang harus kita keluarkan untuk membayar biaya operasi bulanan dari bisnis kita. Contohnya pembayaran gaji pegawai, pulsa telepon bulanan, PLN, air, bahkan retribusi.
Dalam kita mencari modal banyak sekali alternative modal yang bisa kita cari di sekitar kita. Salah satunya adalah ikut dalam keanggotaan koperasi yang ada di sekitar kita. Persayaratannya mudah dan relative ringan, yakni:
1. Mengisi Formulir dan Referensi dari salah satu Anggota Koppas yang dikenal
2. Foto copy KK 1 (satu) lembar
3. Foto copy KTP 1 (satu) lembar
4. Pas Foto 2 x 3 atau 3 x 4 : 2 (dua) lembar
5. Foto copy SIT (SIPTU) atau Surat Sewa Kios 1 (satu) lembar
6. Membayar Simpanan Pokok Rp. 500.000,-
7. Membayar Simpanan Wajib, Bulan Pertama Rp. 20.000,-
8. Administrasi (Anggota Baru) Rp. 30.000,-
Modal Koperasi cocok untuk usaha awal bermodal kecil, kalau bank cocok untuk usaha yang sudah berputar lama dan butuh tambahan modal. Modal Koperasi bisa didapat dengan menjadi anggota koperasi terlebih dahulu. Tanpa jaminan dapat meminjam maks 2x / 3x simpanan. Bisa dengan meminjam modal dengan jumlah kecil, kalau lancar pinjaman bisa naik perlahan
Kebanyakan startup di Indonesia sebenarnya bisa mulai dengan Modal Koperasi, karena skalanya kecil, tidak seperti startup di amerika dengan modal besar.
Kalau mau cari modal bank biasanya harus ada track record dan perizinan/persyaratan lainnya, belum lagi masalah AGUNAN dengan Modal Koperasi kita hanya perlu konsep usaha yang bagus untuk mendapatkan KEPERCAYAAN.
Selain ikut di keanggotaan koperasi, masi ada cara lain yaitu dengan cara arisan kelompok dimana kita bisa memperoleh tambahan modal dengan bunga 0%, dan biasanya untuk kalangan tertutup. Untuk masalah mendapatkan modal, ada baiknya kita juga perlu mengetahui cara yang satu ini, yakni tanggung Renteng. Sistem tanggung renteng mulai dikenal di daerah Malang pada 1953 yang diprakarsai Koperasi Wanita Setia Budi. Sistem yang fenomenal ini ternyata sangat produktif karena berhasil menginspirasi kaum perempuan lain berkoperasi serta menjalankan kegiatan usaha. Namun dalam perjalanannya kemudian dia mencoba menerapkan hasil pengamatannya tersebut dalam pengelolaan koperasi. Lembaga koperasi ini memang menjadi pilihannya karena koperasi dipandang bisa menjadi alat perjuangan.
Akhir kata, di tengah kesulitan kita dalam membangun usaha, ternyata masih banyak pilihan – pilihan untuk mempersiapkan modal. Kesimpulannya apabila kita tidak bisa mengumpulkan modal sendiri, kita masih bisa mengumpulkan modal secara bersama – sama.
topik yang bagus, mengingat banyak yang menginginkan penghasilan tambahan dengan membuka usaha sampingan namun terbentur modal yang kurang. langsung bisa dicoba untuk memulai usaha. banyak karyawan yang penghasilannya makin lama terasa kurang dalam menafkahi hidupnya, sangat menginspirasi dalam berwira-usaha.
ReplyDeletesaya jadi pengen mencoba berbisnis sampingan :)