Friday, February 24, 2012

FURUUTSUBA = PRODUK YANG KREATIF?




Dalam memulai suatu usaha ada banyak hal yang harus kita perhatikan. Furutsuba sejak awal memperhatikan mulai dari Brand Identity, Prototyping, Product Development Plan hingga Quality Control. Strategi seperti ini sudah banyak digunakan oleh hampir semua perusahaan yang ada di dunia. Hal- hal ini dipakai agar sebuah bisnis dapat mudah masuk serta selalu dapat bertahan dengan stabil di Industrinya.

Prototyping
Prototyping merupakan salah satu komponen dari proses pembuatan suatu usaha yang tujuannya memberikan gambaran sedekat mungkin dengan bisnis yang akan kita buat.
Desain dalam proses prototyping merupakan salah satu hal yang harus selalu kita perhatikan. Mulai dari desain untuk promosi, desain untuk kemasan hingga desain untuk tempat usaha kita.
Dalam kita meluncurkan produk ada baiknya kita mengetahui produk yang akan kita perkenalkan. Misalnya produk minuman, produk minuman sangat memperhatikan bentuk- bentuk kemasan. Selain untuk menarik minat pembelinya secara visual, bentuk kemasan yang nyaman untuk dipegang juga menjadi satu nilai lebih.



Ergonomi
Ergonomi adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara manusia dengan elemen-elemen lain dalam suatu sistem, serta profesi yang mempraktekkan teori, prinsip, data, dan metode dalam perancangan untuk mengoptimalkan sistem agar sesuai dengan kebutuhan, kelemahan, dan keterampilan manusia.
Bentuk Design yang Ergonomi dapat terlihat pada produk yang sederhana, mudah, alami, dan aman untuk digunakan. Oleh sebab itu, ilmu ini sering dipakai dalam pembuatan desain kemasan terlebih lagi pada kemasan minuman.


Bahan Baku Kemasan
Selain unsur ergonomi, dalam membuat desain kemasan kita juga harus memperhatikan bahan baku kemasan. Bahan baku kemasan ternyata juga mempengaruhi kenyamanan kita baik secara visual maupun pada saat kita sentuh. Tekstur yang ada pada permukaan bahan baku juga akan memberikan pengalaman yang berbeda.





Produk Yang Kreatif ?
                  Dalam menciptakan dan memasarkan produk selain memperhatikan unsur kenyamanan, kita juga harus memperhatikan unsur keunikannya. Karena dengan keunikan kita dapat menaikkan nilai dari suatu produk. Produk yang tadinya biasa saja dan tidak laku kemudian akan menjadi popular dan mahal ketika unsur unik kita masukkan ke dalamnya.
                  Unsur unik dalam kemasan bisa kita wujudkan dengan berbagai hal, tergantung dari kreatifitas yang ada pada diri kita serta kreatifitas yang ada di masyarakat. Kreatifitas yang kita tumpahkan tidak boleh menyalahi trend yang ada di sekitar kita saat ini. Contohnya saja trend tentang kesehatan dan peduli lingkungan, tentu saja kreatifitas yang kita tuangkan dalam produk bisa saja produk kesehatan yang kemasannya terbuat dari bahan yang dapat didaur ulang. Hal unik dan selalu memperhatikan trend adalah faktor yang membuat produk kita laku dipasaran serta membuat tetap bertahan.
                  Apabila kita merasa produk kita masih belum dapat dikatakan unik dan kita telah berusaha se- kreatif mungkin, ada baiknya kita mulai mencari refrensi dengan melihat produk pesaing. Bukan meniru, tetapi kita mempelajari kelemahan dan kelebihan dari produk pesaing.

                  Selain memperhatikan keunikan, trend, serta referensi pesaing, produk yang kreatif harus memperhatikan detail- detail sebagai berikut:
-        Clear
Bentuk produk kita harus sesuai dengan tujuan kita meluncurkan produk tersebut, dan itu harus terlihat jelas pada tampilan produk.
-        Concise
Hendaknya segala macam elemen desain didalamnya harus singkat dan padat serta sebisa mungkin langsung dimengerti.
-        Familiar
Usahakan bentuk- bentuknya familiar.
-        Consistent
Konsistensi dalam produk akan membantu calon pembeli mudah mengenali produk kita
-        Efficient
Bentuk yang kita pilih nantinya haruslah efisien dimata masyarakat. Dengan bersifat efisien ini, berarti kita sudah memberi kemudahan pada calon pembeli.
-        Attractive
Sudah pasti bentuk produk yang kita luncurkan nantinya haruslah menarik perhatian. Tidak ada gunanya apabila produk kita unik tetapi tidak menarik perhatian secara langsung.

Produk yang unik adalah produk yang kreatif, dengan membuat produk yang unik berarti secara langsung kita telah membuat produk yang dianggap kreatif. Setelah kita meluncurkan produk yang kreatif inilah kemudian kita dapat mudah masuk ke pasaran, serta dengan ini pula kita baru bisa menjadi sesuatu yang berbeda bahkan menjadi leader di industri tempat kita berdiri.

Ditulis oleh Venda Aryadi B sebagai tugas mata kuliah Creative IndustryS2 Creative & Media Enterprise IKJ - IDS

MANAJEMEN DAN MARKETING “ JUS PINGGIR JALAN “




MANAJEMEN “JUS PINGGIR JALAN”

Manajemen di dalam suatu perusahaan dapat diartikan sebagai seni atau ilmu dalam perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengontrolan daripada human natural resources untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan ( Drs. M. Manullang ). Manajemen diperlukan agar system didalam suatu perusahaan dapat berjalan sesuai fungsinya, karena manajemen -lah yang juga mengatur setiap bagian- bagian yang ada didalamnya.
Manajemen tidak hanya dibutuhkan oleh perusahaan saja, usaha dagangpun boleh membuat sistem manajemen didalam usahanya tersebut. Salah satu usaha dagang yang dapat kita lihat dan temui di sekitar kita adalah “Jus Pinggir Jalan”. Manajemen yang ada dalam usaha ini biasanya cukup sederhana, sesederhana dengan apa yang dijualnya. Sekilas mungkin kita tidak melihat manajemen didalamnya. Namun apabila kita sesuaikan dengan cara bagaimana mendirikan sebuah usaha, hal ini sedikit terlihat. Karena sebelum seorang pedagang memikirkan cara memasarkan produknya, terlebih dahulu biasanya dia membuat manajemen dalam usaha dagangnya. Hal ini dimaksudkan agar usaha dagangnya ini tetap stabil sesuai dengan tujuannya mendirikan usaha dagang .


FUNGSI MANAJEMEN

Manajemen dalam sebuah usaha memiliki berbagai fungsi. Fungsi- fungsi inilah yang nantinya akan memperlihatkan kepada kita betapa pentingnya manajemen didalam sebuah usaha yang akan kita dirikan.
Adapun fungsi- fungsi manajemen yang ada dalam sebuah usaha “Jus Pinggir Jalan” adalah sebagai berikut :
1.      Perencanaan (Planning)
Mengatur hal- hal yang berkaitan dengan bentuk urutan- urutan rencana yang menghasilkan keputusan berkaitan dengan berdirinya usaha ini ( Besar usahanya, lokasi usahanya, lama usahanya, target usahanya nanti dan lain- lain )


2.     Pengorganisasian (Organizing)
Mengatur hal- hal yang berkaitan dengan sistem pengendalian sumber daya manusia dalam hubungan kerja sama di dalam bentuk lingkungan kerja ( Melihat siapa saja pegawainya serta pembagian tugasnya )
3.     Pengarahan (Actuating)
Mengatur hal- hal yang berkaitan dengan kepemimpinan, dimana suatu kepemimpinan harus dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja secara maksimal serta menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan dinamis ( Melihat siapa yang bisa menjadi pemimpinnya )
4.     Pengendalian (Controlling)
Mengatur hal- hal yang berkaitan dengan penilaian kinerja suatu pekerjaan, kemudian memberi tindakan apabila aktivitas yang dikerjakan tidak sesuai standar atau cara kerjanya ( Selalu memperhatikan produk yang dijual dan juga  kinerja pegawai )

                  Dalam menjalankan fungsi- fungsi diatas, sebuah usaha memerlukan management tools, yakni man, money, machine, material, method dan market.

MARKETING ?
                  Setelah memutuskan seperti apa bentuk bagian dalam usaha “Jus Pinggir Jalan”, barulah seorang pedagang memikirkan bagaimana dia memasarkan produknya.
                  Strategi marketing sangat diperlukan apabila pedagang ingin mendapat keuntungan yang lebih, walaupun tanpa strategi keuntungan tetap didapat. Melihat persaingan di lingkungan usaha ini berada, banyak kita temui kompetisi di dalamnya. Baik perlawanan dari bisnis serupa, maupun bisnis yang tidak sejenis.  Oleh sebab itu perlu dibuatnya konsep marketing yang baik.
Sebelum menentukan konsep marketing ada baiknya pedagang “Jus Pinggir Jalan” melihat hal- hal berikut :






- Produk
Produk yang dipasarkan adalah buah- buhan yang diolah menjadi sebuah minuman jus.

- Strategi Marketing
Urutan- urutan perencanaan, tindakan atau alokasi sumber daya yang dimiliki perusahaan untuk memasarkan produknya agar lebih dapat mengenai target dengan memperhatikan keunggulan kompetitif, komparatif, sinergis, dan keberlanjutan sebagai arah dalam mencapai tujuan yang ideal.

- Pasar
Salah satu hal yang paling penting dalam memasarkan produk yaitu harus mengetahui keinginan pasar (market demand/supply). Kebutuhan pasar akan sesuatu hal dapat menjadi dasar bagi perusahaan untuk menciptakan produk yang sesuai dengan keinginan pasar. Diketahui berdasarkan hasil riset di lapangan bahwa keinginan pasar untuk membeli produk jus menunjukkan angka yang cukup tinggi sehingga produk “Jus Pinggir Jalan” ini dapat dikatakan sesuai dengan permintaan pasar Indonesia.

                  Intinya adalah ketika pedagang jus ini akan menjual produknya ke pasar, dia harus memperhatikan lingkungan dia berada dan kompetisi- kompetisi yang ada di sekitarnya. Disaat produknya mengalami kesulitan, berarti dia sudah harus membuat strategi marketing dengan baik agar produknya sampai ke pasar.

PASAR ?
                  Menurut penjelasan sebelumnya terlihat bahwa pasar sangat menentukan keberhasilan dalam memasarkan produk. Tanpa disadari seorang pedagang jus buah ternyata punya kemampuan melihat pasar, hal ini dapat dilihat dari :
-        Analisa Pasar
Seorang pedagang jus mengetahui bahwa produknya sangat diminati, dia dapat melihat dengan cara analisa sederhana yaitu dengan melihat berapa jumlah pedagang makanan dan minuman yang berada di lingkungan dia berjualan. Semakin banyaknya pedagang makan, berarti minat pembeli untuk membeli jus juga banyak.
-        Segmentasi
Pedagang jus punya segmentasi yang mencakup semua target, karena dalam menentukan segmen seorang pedagang jus memilih semua lapisan masyarakat.
-        Targeting
Karena pedagang jus tidak pernah membeda- bedakan segmen, maka untuk target penjualannyapun hampir tidak dibatasi. Targetnya adalah untuk mendapatkan untung sebanyak- banyaknya.
-        Positioning
Seorang pedagang jus biasanya hanya melihat apakah tempat dia berdagang sekarang ini bisa membuat usahanya bertahan. Penilaiannya dengan melihat pesaing- pesaingnya. Apabila pesaingnya cukup banyak dan sejenis, biasanya dia memilih untuk berpindah tempat hampir tidak ada perlawanan.

Dari keseluruhan yang telah dibahas, seorang pedagang “Jus Pinggir Jalan” ternyata mempunyai kemampuan berbisnis yang cukup baik. Walaupun terhitung sederhana, seorang pedagang jus tetap tidak dapat melupakan manajemen dan marketing dalam usahanya. Mereka yakin, bahwa apabila bisnis dibuat dan dijalankan secara serius, maka bisnisnyapun akan dapat bertahan lebih lama.


Ditulis oleh Venda Aryadi B sebagai tugas mata kuliah Research MethodologiS2 Creative & Media Enterprise IKJ - IDS